Jumat, 06 Februari 2015

Adab Khataman Al Qur'an

Ikut ODOJ? Wah, bisa sebualan sekali khatam Al Qur'an. Tapi yang nggak ikut ODOJ pun bisa juga khatam Al Qur'an sebulan sekali. Yang penting niatnya kuat inshaAllah bisa.

Nah, dalam menghatamkan Al Qur'an, ada adab-adab yang harus kita perhatikan agar mendapatkan keberkahan dan manfaat yang sebesar-besarnya. Adab-adab yang har us kita perhatikan diantaranya adalah :


Pertama, jika pembaca Al Qur'an itu seorang diri (tidak berjamaah), sebaiknya ia menghatamkannya didalam sholat. Sedangkan jika menghatamkannya secara berjama'ah, hendaklah menghatamkannya diawal malam.

Kedua, berpuasa pada hari khatam Al Qur'an, kecuali jika hari itu jatuh pada hari yang dilarang untuk berpuasa. Diantara tokoh-tokoh yang selalu berpuasa saat menghatamkan Al Qur'an adalah Thalhah bin Musharrif, Al Musyyab bin Rabi' dan Habib bin Tsabit.

Ketiga, amat disukai mengundang dan mengumpulkan anggota keluarga dan orang-orang terhormat untuk menghadiri khataman Al Qur'an. Anas Bin Malik selalu mengumpulakan anggota keluarganya saat menghatamkan Al Qur'an dan kemudian berdo'a bersama. Mujahid dan Ubadah selalu mengundang Uyainah At-Tabi'iy untuk menyaksikan khatam Al Qur'an.

Keempat, hendaklah berdo'a ketika khatam Al Qur'an. Para sahabat mengatakan "Rahmat Allah diturunkan ketika khatam Al Qur'an.

Kelima, amat disukai bila menghatamkan Al Qur'an dilakukan sekali pada awal siang dan sekali pada awal malam. Khatam disiang hari dilakukan pada awal siang dalam dua rakaat shalat sunah fajar atau sesudahnya, sedangkan khatam pada malam hari dilakukan pada awal malam Jumat dalam dua rakaat salah sunah maghrib atau sesudahnya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Daud dan Amr bin Murrah At-Tabi'iy beliau mengatakan "Mereka para sahabat lebih suka menghatamkan Al Qur'an pada awal malam atau pada awal siang."
Thalhah bin Musharrif At-Tabi'iy mengatakan "Barang siapa menghatamkan Al Qur'an disembarang waktu disiang hari, para malaikat bershalawat baginya hingga petang hari. Dan barangsiapa menghatamkan Al Qur'an disembarang waktu dimalam hari,  para malaikat bershalawat baginya hingga pagi hari."

Keenam, ketika khatam Al Qur'an hendaknya berdoa mengenai urusan-urusan penting yang sedang dihadapi. Hendaknya pula sebagian isi dari do'a itu mengenai akhirat, urusan umum, pemerintah, dlsb. Yaitu agar mendapat taufik dari Allah, taat kepadanya, terpelihara dari kesalahan, saling menolong dalam kebaikkan,  dan ketakwaan, membela kebenaran, dan bersatu menentang musuh-musuh Allah.

Ketujuh, hendaknya setelah menghatamkan Al Qur'an segera mulai membacanya lagi, dari awal mushaf atau dari bagian mana saja.

Itulah tujuh adab yang bisa kita lakukan ketika menghatamkan Al Qur'an. Wallahu'alam bishowab.


2 komentar:

  1. Waaah informasinya sangat bermanfaat mbak, saya seringkali asal-asalan baca tanpa memperhatikan adzab khatam Al-Qur'an. Kalau pas baca di rumah begitu khatam yaaa sudah begitu aja, balik lagi baca dari juz 1, begitu seterusnya...TFS ya mbak:)

    BalasHapus